Adanya pandemi covid-19 tidak menghalangi Malang Film Festival untuk tetap mengadakan program kelas. Salah satu program yang diadakan oleh Mafifest 2020 kali ini, ialah kelas Karsa Kritisi Sinema  bersama Raksa Santana yang merupakan seorang penulis kritik di laman Cinema Poetica.   Program kelas tersebut diadakan selama dua hari berturut-turut. Dimulai pada hari Kamis (19/8) dan berakhir pada Jumat (20/8).

Sebelum acara kelas kritik film dimulai, para peserta diajak untuk menonton tiga film pendek yang akan dijadikan bahan diskusi. Sebelum memasuki sesi diskusi, Raksa yang telah memulai menulis pada tahun 2013 tersebut memberikan materi agar peserta kelas kritik film memiliki kepekaan terhadap suatu konten, sehingga mempermudah dalam menentukan konsep dan konteks yang ada pada sebuah film “kepekaan terhadap konten mempengaruhi bagaimana kita menilai film dan gimana kita melihat konsep sehingga akhirnya bisa menarik ke konteks” ungkapnya. Pada hari kedua peserta diharuskan untuk membuat sebuah kritik film yang akhirnya akan dibahas bersama serta direvisi oleh Raksa Santa sendiri.

Adanya kelas Karsa Kritis Sinema ini merupakan suatu trobosan yang diambil oleh Programmer Mafifest 2020, agar materi dapat dimanfaatkan ketika sedang melakukan karantina di rumah “Materi-materi  yang disampaikan juga bisa dipakai untuk mengisi waktu luang pada masa karantina, sehingga mereka tetap bisa produktif dengan membuat kritik film” ungkap Rika Tautin. Adit yang merupakan salah seorang peserta Kritik film menyatakan bahwa dalam mereview film itu memanglah subjektif dari reviewernya. Tetapi bukan berarti reviewernya bisa bebas seenaknya mengeksplorasi kesubjektifannya, karena reviewer juga harus mempertanggungjawabkan kesubjektifannya dengan menggunakan berbagai macam pembuktian dari proses pengambilan kesimpulan dalam reviewnya. Harapan dari pesertaa untuk tahun-tahun berikutnya ialah, Malang Film Festival tetap akan mengadakan kelas-kelas yang berkaitan tentang kepenulisan seperti Karsa Kritis Sinema ini, karena hal-hal yang menarik untuk dipelajari tidaklah cukup jika hanya menggunakan dua hari saja. (noy)