Malang, 20 Agustus 2020 – Menjadi tahun pertama Malang Film Festival menyelenggarakan festival secara daring. Ditengah pandemi saat ini para panitia penyelenggara tidak putus asa untuk tetap melanjutkan semua susunan acara yang sebelumnya sudah dipersiapkan sejak bulan November 2019.

Pada hari pertama pagelaran Malang Film Festival diisi oleh beberapa program. Salah satunya program kelas “Mengolah Ide Cerita”. Program ini dipandu oleh Zhafira Ramadhani melalui zoom. Devina Sofiyanti, seorang scriptwriting yang juga sebagai narasumber program kelas “Mengolah Ide Cerita” yang merupakan lulusan dari New York Film Academy. Kelas dimulai pada pukul 13.00 WIB diisi setidaknya 23 peserta yang hadir.

 Seorang scriptwriting sangat berbeda dengan penulis novel atau cerpen biasa. Perbedaan script dengan literatur sangat jauh sekali, hal ini yang ditekankan oleh Devina diawal kelas. Menurutnya, dilihat dari koridor berpikir seorang scriptwriting dengan penulis biasa sudah berbeda. Jika seorang penulis novel atau cerpen bisa menuliskan hal apapun yang ingin ditulis namun seorang scriptwriting tidak bisa sebebas itu. Banyak detail-detail yang harus diperhatikan.

Semua peserta tampak memahami materi yang disampaikan narasumber pada hari pertama, terlihat beberapa peserta antusias melayangkan pertanyaan kepada narasumber. Selanjutnya para peserta diberi tugas untuk membuat logline. Logline adalah suatu kalimat yang menggambarkan inti cerita. Jadi para peserta diminta untuk menerapkan materi yang sudah didapat di hari pertama. Peserta tidak hanya tertarik pada materi yang disampaikan namun juga tertarik pada narasumber yang mempunyai jejak pendidikan yang cemerlang, sehingga peserta tidak hanya mendapat ilmu namun juga mendapatkan motivasi.   

Di hari kedua yang merupakan hari terakhir kelas “Mengolah Ide Cerita” melanjutkan bahasan mengenai tugas yang diberikan kepada peserta.Terlihat beberapa peserta sudah cukup lumayan menguasai materi yang disampaikan sebelumnya. Setelah selesai membahas satu persatu tugas yang dikerjakan peserta, narasumber kembali menyampakan materi. Faris Ghaisani yang merupakan peserta program kelas “Mengolah Ide Cerita”, mengaku bahwa program kelas yang dilakukan secara daring tidak mengurangi para peserta untuk menerima materi dengan baik. (ken)