Program Penayangan Khusus

            Malang Film Festival 2017 berupaya untuk menjadi wadah bagi untuk bertukar pikiran, membaca perkembangan sinema saat ini dan menjadi sebuah perpustakaan referensi baru bagi pegiat film para pegiat film. Dengan beberapa program yang telah disusun, kami juga membawakan karya film panjang pada program penyangan khusus yang coba membaca isu sosial dan budaya yang menjadi dasar sebuah ke-harmoni-an di negara ini. Budaya menjadi salah satu pondasi ideologi dari sebuah negara, khususnya Indonesia yang terdiri dari ratusan budaya berbeda. Dengan beragamnya suatu budaya dan adat istiadat, Indonesia menjadi sebuah negara yang bersatu atas dasar ego yang sama. Kami menyuguhkan sebuah dokumenter panjang yang menyampaikan sebuah budaya yang sangat tak asing bagi kita masyarakat Indonesia, mahar. Dokumenter menawarkan isu mahar dan adat perkwainan dari wilayah timur Indonesia yang jarang di angkat. ‘’Nokas’’ sebuah dokumenter panjang karya Manuel Laberto yang bercerita tentang seorang pemuda bernama Nokas yang sedang dihadapkan dengan persoalan mahar di daerah asalnya saat ingin melamar Ci, gadis pujaan-nya.

Judul Film : Nokas

Sutradara : Manuel Alberto Maia

Sinopsis

          Pernikahan adalah persoalan yang tidak lekang dimakan zaman, ketika krisis bahkan ketika perang orang tetap menikah. Seperti Nokas, lelaki 27 tahun ingin menikahi kekasihnya Ci, gadis cantik yang bekerja di peternakan ayam di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tidak mudah menikahi gadis Timor, pihak lelaki biasanya diminta untuk membayar mahar kepada orang tua dan saudara pihak perempuan. Jumlahnya tidak tentu, tetapi seringkali memberatkan. Tradisi ini seringkali terlihat menjadi seperti transaksi jual beli. Dengan pendekatan observasional, film ini mengikuti usaha Nokas dalam mensiasati biaya pernikahannya.

Biografi Sutradara

          Manuel Alberto Maia, Lahir di Balibo, 17 April 1989. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana Kupang. Memulai menggeluti film dengan mendirikan Komunitas Film Kupang pada tahun 2011 Tahun 2012 mengikuti Workshop Film Dokumenter untuk Pemula (Kickstart InDocs). Hingga saat ini telah menghasilkan karya antara lain; Kaos Kupang (2012), Kabar dari Medan (2014).