Program Kuratorial : Perempuan Dibalik Perlawanan

     Perempuan dan permasalahan sosial bisa dibilang memiliki keterkaitan yang sangat penting, mulai dari tigkat sebagai “ibu” hingga pemaknaan bangsa sebagai Ibu Pertiwi atau ibu Bumi pun digambarkan dengan sosok perempuan. Peran perempuan sebagai penjaga stabilitas pangan dan kebutuhan ekonomi dalam keluarga pun sangat berperan penting, bisa dibilang hal ini lah yang menjadi tingkat kebahagiaan dalam sebuah keluarga.

     Dalam banyak kenyataan peran perempuan didalam keluarga masih dianggap menjadi hal yang sepele, padahal perempuan sebagai sosok yang sering digambarkan sebagi dewi – dewi dalam kebudayaan adalah sosok yang membawa kedamaian dan kesuburan. Selain itu secara agama Muhammad SAW mengingatkan bahwa orang yang perlu diutamakan adalah Ibu sebanyak tiga kali kemudian Bapak, hal ini juga menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap perempuan sangat di anjurkan (dalam agama).

     Film Madewi mengantarkan kita melihat bagaimana sosok perempuan memperjuangkan dan menyuarakan peran dan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Pada film ini perempuan diberlakukan sebagai seorang yang lemah hingga mudah mendapat tekanan dengan ancaman, akan tetapi perbuatan tidak mudah menyerah ditunjukkan dengan sangat berani dalam film ini. Kemudian film Melawan Arus menunjukkan sosok istri yang tak mudah untuk menyerahkan kepemilikannnya karena tekanan dari luar. Dua film tersebut memvisualkan bahwa peran perempuan terhadap perlawanan menuntut hak hajat hidup cukup penting, karena sebenarnya perempuan lah yang sangat merasakan dampaknya.

     Disamping itu perempuan adalah sosok yang cukup emosional dan sangat perasa secara psikologis. Dalam menanggapi banyak persoalan perempuan pun seringkali mengedepankan perasaannya, hal ini yang membuat perempuan menjadi sosok yang peka. Film Jainab menggambarkan sosok perempuan yang sangat perasa melihat kondisi diri sendiri hingga lingkungannya. Pada film Bunga Harum Tak Pernah Mekar pun menunjukkan bahwa perempuan memiliki emosional yang sangat tinggi dalam melihat kondisinya dan keluarganya, namun sisi lain perempuan yang dapat membuat suasana menjadi baik – baik saja pun diperlihatkan dalam film ini.

     Dari ke empat film ini setidaknya sedikit menggambarkan tentang perempuan dengan segala perannya dan sangat penting keberadaan dan keberpihakan kita sebagai masyarakat bahwa peran perempuan akan selalu penting untuk kehidupan.

     Film yang akan diputarkan pada Progam Kuratorial ini adalah :

     Film yang akan diputarkan pada Program Kuratorial ini adalah :

Bunga Harum Tak Pernah Mekar / Fiksi Pendek Mahasiswa / 16.35 / Alan BeKa / 2017

 

Director : Alan BeKa

Contact : –

Jainab / Fiksi Pendek Mahasiswa / 05.00 / Al Mustakim / 2017

 

Director : Al Mustakim

Contact  : –

Madewi / Fiksi Pendek Mahasiswa / 12.10 / Alan BeKa / 2018

 

Director : Alan BeKa

Contact  : –

Melawan Arus / Fiksi Pendek Pelajar / 09.57 / Eka Saputri / 2018

 

Director : Eka Saputri

Contact  : EkazaPutri@gmail.com

Kurator :

Hamzah Ismael

Mengawali kegiatan film sejak 2013 tergabung dalam UKM Kine Klub UMM menjadi pengurus divisi Distribusi, Eksibisi, Apresiasi dan Festival hingga 2015, pernah menjadi tim program Malang Film Festival 2014 & 2015. Kemudian tergabung dalam kegiatan dan komunitas LENSA MATA.  Pada 2015 sempat mengadakan Sinema November, salah satu nama program dari Siar Sinema yang ber-afiliasi dengan LENSA MATA. 2018 ini baru saja menyelesaikan studinya di Ilmu Komunikasi UMM