Program Kuratorial : Orang Berpergian

     Manusia adalah sebuah individu yang mengalir secara abstrak dalam aspek kehidupan. Dari awal penciptaan-nya yang disebutkan terbentuk dari segumpal tanah ataupun evolusi mikro-organisme laut yang dibawa oleh meteoroid, manusia akan selalu berpindah, berkembang dan berevolusi. Sebuah keluarga yang direkam dalam film Nanook of the North karya Robert J. Flaherty, cukup menggambarkan manusia sebagai mahluk sosial yang saling berinteraksi sebagai sebuah kelompok dan yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menunjang kehidupan dari sebuah instansi yang disebut keluarga.

     Pada program ini, saya ingin menyampaikan hakikat manusia yang telah berjalan dari awal penciptaannya hingga saat ini. Pada film Mars karya yang berlatar belakang era modern-futuristik, menceritakan sebuah kegiatan study tour siswa sekolah dasar ke planet mars. Anak kecil pemeran utama pada film ini sangat bersemangat untuk melakukan eksplorasi ruang baru atasa dasar keingintahuan yang tinggi sebagai manusia. Pemahaman yang saya ambil untuk saya sampaikan dari film ini adalah manusia dalam sebuah kelompok melakukan suatu perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dalam kegiatan study tour untuk mempelajari sebuah ruang baru, lingkungan baru dan budaya baru dalam bentuk planet.

     Namun, lain halnya dengan manusia yang tergambarkan pada film Canggung karya Tunggul Banjaransari. Dimana terjadi sebuah gesekan perbedaan budaya antara dua buah kelompok manusia yang bertemu. Di film tersebut, sebuah keluarga dari jepang pergi ke Indonesia untuk menemui kerabat jauhnya yang tidak lain adalah paman dari Tunggul. Canggung, itu yang terekam jelas oleh kamera Tunggul yang berhasil menceritakan bagaimana kebiasaan, bahasa, adat dan budaya yang berbeda membuat sebuah ruang konflik baru dalam sebuah pertemuan.

     Gesekan antar dua budaya yang berbeda pasti akan terjadi saat sebuah kelompok manusia berpindah dari tempat asalnya ke tempat baru yang telah didahului oleh kelompok lain. Pada film KOKODA karya Imam Yudhanto gesekan tersebut terjadi antara kelompok yang tinggal disebuah desa dengan kelompok yang sebenarnya sudah lama tinggal di desa tersebut namun nenek moyang mereka melakukan perjalanan dari suatu tempat yang jauh dan menetap di desa itu. Perbedaan tersebut telah lama terjadi dan menimbulkan konfilk, namun yang unik adalah, dua kelompok tersebut tetap hidup berdampingan.

     Film menjadi sebuah media yang menyampaikan dengan jelas bagaimana proses evolusi manusiaberkembang dengan cara mereka yang melakukan perjalanan. Tanpa disadari kita yang berada di ruang pemutaran ini, di festival ini adalah manusia yang saya coba gambarkan. Kita berpindah tempat dari tempat asal kita ke kota Malang untuk masuk ke sebuah diorama pengembang diri dalam bersinema. Semoga program ini bermaanfaat untuk kita sebagai manusia.

Selamat Menonton!

     Film yang akan diputarkan pada Program Kuratorial ini adalah :

Canggung / Dokumenter / 22.18 / Tunggul Banjaransari / 2012

SINOPSIS :

Kota Solo sebagai tempat bertemu sekelompok orang Jepang yang sedang mengunjungi keluarga jauhnya di Indonesia. Mereka tidak saling mengerti bahasa satu sama lainnya. Yang jadi penghubung hanyalah seorang pria Jawa yang mampu berbahasa Jepang dan sebuah kamera.

.

Tunggul Banjaransari

Tunggul Banjaransari

Director

Profil Sutradara

Tunggul lahir di Solo, kini ia tinggal di Gunung Kidul bersama istri dan anaknya. Ia bekerja sebagai pengajar film di Prodi Film & TV Udinus, Semarang. Pada dasarnya, Tunggul adalah pembuat film, namun waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menonton film daripada membuat film. Ia menyadari kesulitannya untuk menjadikan pembuatan film sebagai profesi, kecuali jika industri Bollywood menginginkannya untuk membuat film. Ia tidak akan menolak tawaran tersebut, karena peluang untuk membeli mobil Ferrari edisi terbatas juga semakin besar, selain itu, istrinya juga tak perlu turut bekerja untuk menjadi kaya raya.

email : –

Kokoda / Dokumenter Pendek Mahasiswa / 23.00 / Imam Yudhanto / 2017

SINOPSIS :

   Kokoda merupakan suku asli Papua Barat yang bermukim di Kota Sorong. Pembangunan yang pesat di Kota Sorong membuat mereka semakin terhimpit, akibatnya mereka terdampak penggusuran pembangunan bandara Domine Eduard Osok dan menjadi nomaden. dalam masa pencarian suaka mereka berpindah ke Kabupaten Sorong dan hidup menetap bersama dengan warga transmigran.

.

Imam Yudhanto

Imam Yudhanto

Sutradara

Biografi Sutradara

Imam Yudhanto lahir di Yogyakarta pada 26 November 1994. Saat ini ia sedang menempuh studi Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia mulai belajar membuat film pada tahun 2014, debut film perdananya ketika menyutradarai film pendek berjudul “Pamali” yang diproduksi oleh MM Kineklub UMY. Kemudian ia menyutradai film dokumenter pertamanya berjudul “Kokoda” bekerjasama dengan komunitas Mahardika Bakti Nusantara.

Nomor HP : 085725761447

email          : Imamyudha17@gmail.com

Mars / Fiksi Pendek Mahasiswa / 20.21 / Muhammad Marhawi / 2017

SINOPSIS :

   Ipul (12 tahun) akan mengikuti study tour ke Planet Mars bersama teman-teman sekolahnya. Ibu Ipul (45 tahun) berusaha agar anaknya bisa mengikuti kegiatan study tour ke planet mars. Ipul dan teman-temanya berangkat ke Planet Mars dengan menggunakan bus APDG (Antar Planet Dalam Galaxy). Ibu Ipul memberikan alat semacam pispot untuk ipul yang punya kebiasaan beser. Di Planet Mars, Ipul menjadi akrab dengan Sofia (12 tahun), pesaing rangking satu di kelas, karena memiliki ketertarikan pada sains. Selesai menjelajah planet mars, Ipul tiba-tiba ingin buang air kecil. Ia pun buang air kecil sembarangan di Planet Mars. Namun na’as sehabis buang air kecil Ipul malah diculik alien sebagai hukuman.

.

Muhammad Mahrawi

Muhammad Mahrawi

Director

Biografi Sutradara

Muhammad Marhawi, Pembuat film kelahiran Surabaya 13 Juli 1995. Usai lulus SMK jurusan televisi di surabaya kini saya melanjutkanpendidikan S-1 di Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan film dan televisi. Bersama teman-teman kuliah sering membuat film untuk karya dan tugas mata kuliah. Di ISI saya beruntung bertemuu orang-orang yang satu visi dengan saya yaitu membuat karya film yang berkualitas dari segi seni, konten dan pesan yang disampaikan.

Nomor HP  :  089508131113

email           :  mailto:marhawi26@gmail.com

Kurator :

Baruna Ary Putra

Seorang Programmer Kompetisi Malang Film Festival 2018 ini merupakan pegiat film yang juga aktif di beberapa pemutaran alternatif di Malang. Ditahun sebelumnya ia juga terlibat di Malang Film Festival sebagai kurator sekaligus Programmer Non-Kompetisi. Mulai mengenal produksi film semasa SMA. Berfokus pada pasca produksi, ia berhasil menyelesaikan banyak film pendek di Malang. Ia sedang fokus dalam pengerjaan produksi film dokumenter pertamanya, The Land Where Thousand Flowers Fell yang masih dalam tahap pra-produksi. Hingga saat ini ia masih berusaha menyelesaikan Studinya dibidang Teknik Elektro di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang.