Program Kuratorial : Koalisi Modernisasi Generasi

     Modernisasi sangat dekat dengan pembangunan infrastruktur sarana prasarana dan kestabilan ekonomi. Modernisasi sangat erat kaitannya dengan mendatangkan pemodal asing masuk ke dalam proses pembangunan. Pembangunan mempengaruhi banyak hal dalam aspek kehidupan masyarakat, bahkan menggeser norma dasar yang sudah menjadi identitas dan budaya sosial.Pembangunan berkelanjutan merupakan proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Pencapaian pembangunan berkelanjutan ditentukan oleh upaya melestarikan dan memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan ekonomi dan keadilan sosial. Budaya memuat nilai-nilai luhur dan keyakinan sebagai pedoman, rencana perilaku, serta dasar memecahkan masalah yang berlaku antar generasi. Nilai tersebut meneguhkan keberpihakan budaya terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

     Pemaparan diatas merupakan langkah awal untuk mempertanyakan kembali implementasi dan aktualisasi dari konsep pembangunan berkelanjutan. Fakta yang ditemukan dilapangan dalam realitas sosial dapat dipahami pendekatan pembangunan yang dilakukan masih memiliki kecendrungan mendalam pembangunan dengan model konvensional, nanti dapat memberi dampak pada lingkungan hidup dan lingkungan sosial budaya di masyarakat pembangunan konvensional berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi tapi gagal dalam aspek sosial, budaya dan lingkungan. Sebabnya karena pembangunan konvensional meletakkan ekonomi pada pusat persoalan pertumbuhan dan faktor sosial, budaya dan lingkungan dikesampingkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Dalam budaya Melayu mengenal pepatah “Menyimak Alam, Mengkaji Diri”. Nilai ini mengajarkan agar dalam merancang dan melaksanakan pembangunan, haruslah diawali melalui kajian yang cermat terhadap alam dan semua potensi yang ada (sumber daya alam), serta mengkaji pula kemampuan diri (sumber daya manusia).

     Ada juga pepatah “Membangun Jangan Merosak, Membina Jangan Menyalah”. Nilai ini mengajarkan, agar dalam merancang dan melaksanakan pembangunan jangan sampai menyalahi ketentuan agama dan nilai-nilai budaya serta norma-norma sosial masyarakatnya. Beberapa nilai lain adalah “Tanda orang berbudi pekerti, merusak alam ia jauhi, tanda ingat kehari tua, laut dijaga bumi dipelihara” dan “Kalau hidup hendak selamat, pelihara laut beserta selat, pelihara tanah berhutan lebat” Budaya Jawa oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I telah diletakkan dasar falsafah Hamemayu Hayuning Bawono bagi kehidupan masyarakat. Maknanya adalah komitmen untuk membuat bumi indah dan lestari. Visi keharmonisan hidup dengan lingkungan selanjutnya terjabarkan dalam misi Hamengku Buwono, yang berarti memelihara bumi. Muara aplikatif dari nilai filosofis tersebut adalah terbentuknya sikap Satriya. Sikap ini membawa perilaku penuh tanggung jawab, konsisten, amanah, dinamis, dan obsesif.

     Generasi hari ini sangat terinpirasi dari kehidupan modern. Pandangan berkemajuan dalam pembangunan hari ini hanya berprinsip kepada kehidupan serba praktis dan logis. Padahal tolak ukur untuk kehidupan praktis bukan hanya mengacu pada metode dan pola pelaksanaan yang sederhana dan singkat, namun terpengaruh juga oleh faktor sosiologis, filosofis dan antropologis sehingga proses perkembangan generasi dan pembangunan menjadi simetris. Modernisasi generasi hari ini berjalan terbalik dengan cita – cita pasal 33 UUD 1945. hal ini tentu menimbulkan konflik di berbagai lapisan masyarakat, sehingga menjadi menarik untuk dibahasakan memelalui medium sinema. Peneturan yang verbal membuat penyampaian pesan menjadi tepat sasaran. Setiap konteks yang dipilih merupakan fenomena yang faktual di masyarakat.

     Film yang akan diputarkan pada Program Kuratorial ini adalah :

Deru Debu Perempuan Tangguh Gunung Masigit / Dokumenter Pendek Mahasiswa / 24.00 / Yoko Yonata / 2017

 

Director : Ismet Agustian

Contact : ryokoyonata@gmail.com

Pendayung Terakhir / Dokumenter Pendek Mahasiswa / 17.56 / Ali Bayanudin K / 2017

 

Director : Ali Bayanudin K

Contact  : lanlanzer@gmail.com

Munysera / Fiksi Pendek Mahasiswa / 26.28 / Ali Bayanudin K / 2017

 

Director : Ali Bayanudin K

Contact  : lanlanzer@gmail.com

Porter / Dokumenter Pendek Mahasiswa / 30.20 / Dedy Hadiyatman / 2017

 

Director : Dedy Hadiyatman

Contact  : Hadidedy@gmail.com

Kurator :

Wilhy Bara     

Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang ini memulai karirnya di film sebagai Soundman, berfokus pada pasca produksi, sekarang ia memiliki perusahaan post produksi khusus karya audio visual di Kota Malang. Pernah menjadi Programmer Kompetisi dan beberapa produser film pendek di Malang.