Profil Juri

 

  • KATEGORI DOKUMENTER

Olin Monteiro

Caroline / Olin Monteiro, aktivis,  feminis, penulis, peneliti, penerbit buku dan produser dokumenter perempuan. Bekerja dalam gerakan perempuan dan sosial di Jakarta sejak 1990-an. Pernah bekerja di SET Filmworkshop bersama Garin Nugroho. Salah satu panitia awal pendiri Koalisi Perempuan Indonesia, juga berbagai organisasi /jaringan terkait isu gender/ feminisme. Sekarang bekerja untuk Arts for Women (Asosiasi Seni dan Kreasi untuk Feminis/Pekerja Seni/Aktivis perempuan) dan jaringan relawan Peace Women Across the Globe Indonesia sejak tahun 2003. Ia juga aktif menjadi admin group Facebook : Jakarta Feminist Discussion Group yang menjadi inisiator Womens March Jakarta. Aktif menjadi anggota Koalisi Seni Indonesia, mendukung Kantong Budaya di Sumba, Nusa Tenggara Timur.  Bersama PBP Publishing 2017 kemarin menerbitkan buku ke-11 kumpulan puisi alam Saras Dewi : “Kekasih Teluk”, dan segera menerbitkan antologi puisi ke-12 dari penyair  Ilda Karwayu (NTB). Sedang mempersiapkan film dokumenter berikutnya. Pernah menjadi juri festival di South to South Film Festival, JAFF Yogyakarta, Malang Film Festival, festival sastra dll.

Tonny Trimarsanto,

Sutradara, kurator, juri, pengajar film, dan aktif di  rumahdokumenter.com  meraih banyak penghargaan di festival film dunia.  Gerabah Plastik, The Dream Land, Renita Renita, Mangga Golek Matang di Pohon, Its a Beautiful Day, Di Ujung Jalan, Ngulon, Bulu Mata adalah filmnya yang diputar dan meraih penghargaan di festival film internasional Film fiksi pertamanya Serambi masuk ke Un Certain Regard Cannes Perancis. Kini ia tengah memproduseri beberapa film dokumenter, dan menyiapkan karya barunya yang berjudul My Big Sumba Family dan Di Barat Matahari

Nashiru Setiawan

Pernah menjadi programmer di Malang Film Festival & siarsinema. Tertarik dengan pemanfaatan medium film sebagai kegiatan sosial, tahun 2013 Nashiru bergabung dengan komunitas Lensamata. Pemutaran film layar tancap untuk korban erupsi gunung kelud menjadi pengalaman paling berkesan. Tahun 2015, pertama kalinya terlibat dalam produksi film dengan Judul Tinuk sebagai produser, pada tahun 2016 kembali memproduksi film pendek berjudul Amphibia sebagai produser.

  • KATEGORI FIKSI

Lulu Ratna

Lulu Ratna lahir di Jakarta. Lulus dari Antropologi, Universitas Indonesia 1997. Pernah bekerja di beberapa festival film, seperti Jakarta International Film Festival 1999, Festival Film-Video Independen Indonesia (2000-2002), Festival Film Indonesia/FFI (2004, 2011, 2014), Europe on Screen (2007-2011) dan Festival Film Dokumenter Asia Tenggara “ChopShots” (2012 & 2014). Menjadi juri di beberapa festival film nasional dan  internasional, diantaranya Hamburg International Short Film Festival 2003, Amnesty International-DOEN Award Rotterdam Film Festival 2005, Tampere Film Festival 2007, kategori film pendek Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011, kategori film dokumenter XXI Short Film Festival 2013, kategori film pendek FFI (2005, 2006, 2015, 2016) dan sebagai juri mandiri FFI 2017. Sejak 2003 aktif di Organisasi boemboe yang fokus pada promosi/distribusi film pendek Indonesia dan membantu FFI 2017 dalam seleksi calon nominasi film pendek. Sejak 2012 juga aktif memberikan workshop festival film bersama COFFIE (Coordination for Film Festival in Indonesia). Saat ini bekerja sebagai Sekretaris Komite Film, Dewan Kesenian Jakarta periode 2015-2018 dan mulai 2016 menjadi Dosen Tidak Tetap di FTV Fakultas Seni & Desain, Universitas Multimedia Nusantara, Serpong.

Panji Wibowo

Mulai menjadi sutradara lepas dan mengerjakan berbagai program audio-visual; TV Program, Music Video, Dokumenter, Iklan, Film, Corporate Profile, dll sejak tahun 1996. Pria kelahiran Purwokerto, 5 Juni 1970 ini Memfokuskan diri dalam bidang penulisan kreatif , film training, kritik film dan penyutradaraan film serta dokumenter. Sekarang beliau sedang mengelola “Ideogram, Melukis Gagasan”,  sebuah rumah kreatif yang berfokus dalam pengembangan Bahasa Film, Literasi Visual, Workshop, Film Training dan Produksi Film. Panji Wibowo juga pernah menjadi Ketua Juri Festival Film Pendek JABODETABEKA 2013 & 2014, Sutradara film “Mencari Sudirman” Produksi Pemda DKI & Dewan Kesenian Jakarta 2014, Juri Vidya Festival Film Indonesia (FFI) 2014, Juri Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2015, Juri Festival Film Jawa Barat 2015, Narasumber Worksop Penulisan Naskah PUSTEKOM-Kemendikbud 2015, Instrukstur Workshop Documentary Filmmaking Denpasar Film Festifal 2015, serta Koordinator  Pembuatan Modul Workshop Penyutradaraan PUSBANGFILM-Kemendikbud 2016. Sekarang beliau menetap di Taman Permata 2 Blok A5/33, Sektor 9 Bintaro, Tangerang Selatan.

Tunggul Banjarsari

Tunggul Banjaransari, lahir di Surakarta, 30 September 1988. Lulusan Ilmu Pembangunan Sosiaal dan Kesejahteraan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 2012. Kemudian menyelesaikan pendidikan Magister di Program Studi Pengjkajian dan Penciptaan Seni ISI Sururakarta pada tahun 2015. Tumbuh dan dibesarkan oleh keluarga yang mengabdi kepada seni pertunjukkan. Dari kecil hingga dewasa, kedua kakaknya terlihat begitu nyaman berada di dunia medium musik dan pertunjukkan. Tunggul tidak merasakan kenyaman seperti kedua kakaknya, karena ia tidak pernah bisa memainkan alat musik. Tunggul memilih menonton film di masa kecilnya, dan memutuskan membuat film di masa akhir kuliahnya. Beberapa film pendeknya sudah diputar di beberapa festival nasional dan internasional seperti Jiffest, Arkipel, Festival Film Solo, dan Jogjakarta Asian Film Festival. Filmnya berjudul Udhar mendapatkan penghargaan Light of Asia (Film Pendek Terbaik) di Jogjakarta Asian Film Festival 2014.