Malam Penghargaan sekaligus Penutupan menjadi rangkaian akhir dari pagelaran Malang Film Festival (MAFI Fest) 2019, yang diselenggarakan pada Sabtu malam (13/4) di Hellypad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Suasana malam yang dingin setelah terguyur hujan, menjadi saksi pemberian penghargaan bagi para filmmaker yang menjadi jawara kompetisi di tiap kategorinya. Menambah keresmian Malam Penghargaan,  Bapak Drs. Fauzan, M.Pd selaku Rektor UMM dan Bapak M. Sanggupri S,Sos selaku kepala bidang apresiasi Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan turut menghadiri acara di Malam ini.

 Tetap berfokus dengan Tema Festival, Sintesa. Malam penghargaan dibuka dengan penampilan musikalisasi puisi dari Sanggar Aksara. Setelah dibawa lantunan musikalisasi puisi tersebut, kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan. Pada sambutannya,  Bapak Sanggupri memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pagelaran MAFI Fest 2019 yang telah menginjak usianya yang ke-15 “Sangat jarang festival yang diselenggarakan oleh mahasiswa bisa berkelanjutan, bahkan mencapai 15 tahun.” Tuturnya.

Dalam sambutannya, Rektor UMM juga menyambut dengan baik dan mengapresiasi terselenggaranya MAFI Fest yang konsisten digelar oleh Kine Klub UMM. “Karya besar ini tidak hanya sekedar persoalan rutinitas, tetapi sebuah karya yang melibatkan kepekaan terhadap sosial kehidupan masyarakat yang kemudian di eksplorasi melalui film.” Tambah Fauzan. Selain itu, ia juga menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja cerdas kawula muda atau yang sering disebut kaum milenial yang kemudian akan menjadi sajian para penikmat film.

Sementara itu acara ini dibuka dengan penampilan indah musikalisasi puisi tentan Antalogi oleh Sangkar Malang. Hingga ditutup dengan film berjudul Elinah yang disutradarai oleh Nindi Raras yang bercerita tentang seorang gadis berumur 14 tahun yang sedang hamil dan bertahan hidup di tempat yang jauh dari kampungnya dengan sang suami yang jauh lebih tua darinya. Film ini mamou memecahkan suasana, dilihat dari antusias penonton hingga film ini selesai.

Bagian yang ditunggu-tunggu pun tiba, pengumuman jawara program kompetisi yang dibacakan oleh Hatib Kadir bersama Ayudia Cempaka sebagai juri kategori dokumenter dan Astu Prasidya beserta Kusen Dony sebagai juri kategori fiksi. Empat film yang menjadi jawara pada masing-masing kategori sebagai berikut:

Dokumenter Pendek Mahasiswa: Tole (Children of The Street), disutradarai oleh Fuad Hilmi Hermawan

Dokumenter Pendek Pelajar: SUM, disutradarai oleh Firman Fajar Wiguna

Fiksi Pendek Pelajar: WW Kodrat, disutradarai oleh Aurelia Dixi

Fiksi Pendek Mahasiswa: Mandeh, disutradarai oleh Roby Anggara

Semoga dengan terselenggaranya MAFI Fest, mampu melahirkan bibit – bibit muda perfilman Indonesia yang tumbuh di tiap daerah. Karena melalui film, mampu melestarikan budaya, sejarah dan berbagai bentuk ekspresi yang ada di masyarakat. Harapan dari Pusat Pengembangan Perfilman, kegiatan ini terus ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat terus mendukung perkembangan perfilman Indonesia. (faf/sis)