Di era yang serba digital saat ini, telah banyak platform Digital maupun Media Streaming yang bermunculan di Indonesia, salah satunya adalah Viu. Viu merupakan digital platform yang berkantor pusat di Amerika. Meskipun berpusat di Amerika, konten-konten yang ada di Viu berasal dari Negara-negara asia seperti Hongkong, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia dan  12 negara yang lainnya.

Meskipun banyak platform digital dan media streaming yang bermunculan tetapi masih ada sebagian komunitas film maupun filmmaker indie di Indonesia yang kesulian dalam hal pendistribusian film. Hal tersebut membuat MAFI Fest 2019 dan Viu Indonesia untuk membuat beberapa program mengenai distribusi film.

Program ini berjalan selama dua hari. Di hari pertama, Kamis (11/4) diadakan program “Viu Bussiness Matching Forum”, di mana para filmmaker mempresentasikan film mereka kepada pihak Viu. Film yang memiliki ide cerita yang baik dan sesuai dengan kualifikasi Viu, akan dijadikan series original dari Viu. Sementara di hari kedua, Viu mengadakan Diskusi mengenai pendistribusian film di era digital serta turut mengundang salah satu Sutradara film original Viu, yaitu Andri Cung. “Kami ingin menjadikan Viu besifat dua arah, temen-temen di Indonesia dapat menonton, dan juga bisa menjadikan Viu ini sebagai wadah untuk menayangkan hasil karya temen-temen di Indonesia ke semua negara tempat Viu berada” ujar Myra Suraryo selaku Sr. vice president marketing VIU Indonesia.

Sekitar 85 peserta turut hadir dalam Viu Bussiness Matching Forum dan Diskusi Umum Mengenai Distribusi di Era Digital. Dyas, salah seorang peserta Program ini mengakui kalau dengan adanya ruang program ini, para filmmaker bisa lebih paham untuk membawa film untuk didistribusikan kemana. “Programnya sangat menginspirasi, sebenernya kalau dari dulu kita selalu berfikir sebagai filmmaker bahwa Viu itu suatu platform yang sangat susah untuk dimasuki. Namun setelah acara ini, kita jadi tahu bahwa filmmaker sekecil apapun kalian, kalau memang kalian punya film yang berkualitas kalian bisa masukin itu ke Viu. Informasinya lebih lengkap, jadi kita bisa tahu kemana harus mem-publish film-film hasil karya kita,” Ujarnya. (dza)