Malang Film Festival (MAFI Fest) 2019 kembali melanjutkan rangkaian programnya di hari Kamis (12/4), salah satunya adalah Focus On. Sebagai bagian dari MAFI Fest, Focus On sendiri merupakan ajang diskusi langsung bersama narasumber yang merupakan seorang filmmaker profesional. Bagi pecinta dunia perfilman, program semacam ini dapat menjadi kesempatan emas sebagai ranah bertukar pikiran, pandangan, maupun pengalaman.

Di Focus On MAFI Fest tahun ini, menghadirkan Astu Prasidya, seorang pekerja seni professional yang kemampuannya  sudah tidak diragukan lagi karena berbagai hasil karyanya yang sangat luar biasa dalam berbagai macam film yang ia sutradarai.

Film-film yang diputar dalam Focus On ini merupakan hasil karyanya, antara lain “Positif”, “Kejutan untuk Pak Jo”, “7 (-) EQ”, dan “Abandon part 1”. Program ini disambut dengan antusias, terlihat dari beberapa pertanyaan dari para peserta program pada saat sesi diskusi.

Saat sesi diskusi, seorang peserta bernama Bayu menanyakan alasan Astu bisa terjun dalam bidang seni audio visual, khususnya animasi. Menjawab pertanyaan tersebut, Astu menjelaskan bahwa mulanya ia tidak pernah kepikiran untuk menjadi seorang filmmaker, karena kecintaan nya lebih terarah ke dunia musik. Tetapi perlahan tetap terseret ke dunia film. Itulah yang menjadi nilai plus seorang Astu Prasidya, selain menjadi Sutradara film ia juga pernah menjadi music director.

Astu berharap program semacam ini harus selalu ada sebagai  kesempatan bagi bibit-bibit filmmaker untuk berdiskusi langsung dengan seseorang yang sudah ahli di bidangnya. “Ya sebaiknya begitu, jadi buat teman-teman yang mungkin baru dalam dunia perfilman, jadi bisa mengenal filmmaker yang akan di Focus On-kan. Jadi itu kesempatan juga sih.” Jelasnya.(sis)