Program kompetisi merupakan rangkaian acara di Malang Film Festival (MAFI Fest) 2019 yang memutarkan 23 film yang telah lolos kurasi. Pada hari pertama penyelenggaraan MAFI Fest 2019 (10/4), terdapat 3 sesi program kompetisi, yang di tiap  sesinya memutarkan film dokumenter dan film fiksi. Venue program kompetisi berada di teater DOME UMM.

Salah satu film yang diputarkan adalah film ketegori dokumenter mahasiswa yang berjudul . Film ini mengangkat cerita tentang Tarian lengger Lanang yang merupakan budaya khas daerah Banyumas . 

Film lainnya yang juga diputarkan salah satunya adalah film WW Kodrat  yang merupakan karya pelajar SMKN 3 Batu. Film ini mengangkat cerita tentang salah satu mitos Jawa. Hazmi Rizky, moderator  program kompetisi mengungkapkan ketertarikannya perihal tema yang  diangkat film tersebut. “  Ungkapnya .

Selepas pemutaran, penonton juga diajak untuk berdiskusi bersama filmmaker yang hadir, salah satunya adalah Liris Puspita yang merupakan sutradara film Limbah budaya.  Liris menceritakan beberapa pengalaman yang dihadapi saat produksi. Salah satunya adalah pada saat beberapa kru sempat dimeditasi di kepolisian setempat dan mereka diharuskan untuk menghapus file rekaman mereka. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan pengalaman yang berkesan karena mereka mengetahui (noy)