MALANG – Malang Sinau Dokumenter (SinDok) kembali diadakan sebagai salah satu program pra–acara Malang Film Festival (MAFI Fest) 2019. Program ini diperuntukan siswa SMA/SMK Malang Raya. Peserta ditentukan melalui seleksi ide cerita yang dikirimkan oleh perwakilan pihak sekolah kepada panitia MAFI Fest 2019, hingga akhirnya terpilihlah SMKN 3 Batu, SMK Muhammdiyah 5 Kepanjen, dan juga SMK Terpadu Al – Islahiyah Singosari.

“Tahun ini Malang SinDok mengangkat tema Manusia, Agnina juga menambahkan bahwasanya landasan tema yang diangkat dalam SinDok ini juga merupakan isu yang sangat dekat dengan masyarakat sekarang yakni perubahan zaman.

                Rangkaian acara Malang SinDok diawali dengan pra-produksi berupa Workshop dokumenter dengan menggandeng pemateri dari Equator Cinema. Workshop ini berlangsung selama 3 hari pada tanggal 5 – 7 Februari 2019 di Ruang Sidang Lt. 4 dan di Mini Theater lab Ikom U(UMM). Pada workshop ini peserta tidak hanya mendengarkan materi mengenai dasar-dasar Dokumenter tetapi para peserta juga mempresentasikan film yang akan mereka , pada hari kedua seluruh peserta terjun langsung ke lapangan untuk melakukan riset lanjutan untuk produksi.

Malang SinDok ini seperti anak yang dilahirkan dan harus dijaga terus karena sebagai pegiat Sinematografi kita harus memberi konsern terhadap pengembangan Film Dokumenter. Lewat workshop ini juga harapannya adalah lahir produk – produk Dokumenter yang lebih baik terutama di Malang Raya ini ungkap Taufan Agustiyan Prakoso yang telah menjadi pemateri Malang SinDok selama tiga tahun belakangan.

                Selanjutnya ketiga sekolah melaksanakan tahap produksi selama empat hari pada tanggal 8 – 11 Februari 2019 setelah di tahun-tahun sebelumnya produksi hanya dilaksanakan selama tiga hari. Adanya penambahan waktu produksi ini dimaksud agar peserta bisa memanfaatkan untuk mengambil lebih banyak cadangan footage gambar. Produksi ini didukung oleh fasilitator alat dari Super kamera dan Surabaya FunCam. Selama proses Produksi peserta didampingi juga oleh masing – masing Pendamping  yang dilakukan di beberapa tempat yang sesuai dengan ide yang mereka angkat.

Para peserta tentu didampingi oleh masing-masing pendamping selama produksi berlangsung. Selama proses produksi peseta pun mengalami beberapa kendala di lapangan yang dapat mereka atasi segera. “Setelah mengikuti workshop dan produksi ini kami lebih memahami dan menambah pengalaman terutama saat ada kendala dalam pembuatan film dokumenter”, ungkap Jihan Prastiwi siswi SMK 3 Batu.

                Setelah proses produksi rampung, para peserta pun masuk ke tahap Pasca produksi yang dilaksanakan pada  12 – 14 Februari 2019 yang pada tahun ini dilakukan di masing – masing sekolah sehingga mengurangi resiko – resiko yang tidak diinginkan. Setelah seluruh rangkaian acara Malang SinDok 2019 selesai, Film Dokumenter karya siswa SMK ini akan launching pada pelaksanaan Malang Film Festival 2019. (ave/ska)