Malang – Roadshow Malang Film Festival (Mafi Fest) 2019 kembali hadir pada Minggu 3 Februari 2019 di Lesanpuro, Malang. Berbeda dari tahun sebelumnya, roadshow kali ini Mafi Fest bekerjasama dengan Taman Baca Masyarakat (TBM) Teras Literasi dengan tema “Kearifan Lokal”. Film yang berjudul “Sambit” dan “Botol GP” dipilih karena sesuai dengan tema pada hari ini. Kedua film ini bercerita mengenai permainan – permainan tradisional yang kerap dilakukan oleh anak-anak dilingkungan rumah mereka.

Agnina Rahmaddinia, Programmer Non Kompetisi Mafi Fest 2019 mengungkapkan selain untuk menjalin kerjasama antara Kine Klub UMM dengan TBM Teras Literasi, tujuan roadshow juga untuk menginklusifkan film. Hal ini untuk menjaring peminat film yang lebih beragam, khususnya anak – anak. Selanjutnya, Nina sapaan akrabnya juga mengungkapkan bahwa keberadaan roadshow kali ini juga untuk membantu meningkatkan literasi peserta didik melalui media film.

Kegiatan roadshow diawali dengan membaca buku cerita dan olahraga bersama. Setelah itu, peserta didik diajak untuk kembali bercerita mengenai kegiatan TBM yang telah mereka jalani sembari membagikan doorprize sebelum akhirnya menonton film yang sudah disiapkan penyelenggara. Seusai menonton, peserta kembali diajak untuk bercerita mengenai tokoh  dan pelajaran yang didapat dari film yang sudah mereka tonton. “Perasaan nya gembira dan terhibur karena banyak lucunya di film” ujar Fido, siswa TBM Teras Literasi.

TBM yang berdiri sejak 25 Februari 2018 didirikan oleh pasangan Eko Murti Wibowo dan Yanti atau yang akab disapa dengan Pakde Eko dan Bude Yanti. Berawal dari banyak nya buku yang mereka miliki di rumah. Pasangan yang berprofesi sebagai guru ini berinisiatif untuk mendirikan sebuah Taman Baca yang diperuntukkan bagi anak-anak sekitar. Tekad untuk merealisasikan ide ini juga semakin kuat setelah mengetahui banyaknya dukungan yang diberikan masyarakat. Setiap minggu mereka rutin mengadakan kegiatan seperti bermain sambil belajar, menulis, membaca, bercerita, bernyanyi, dan olahraga. Tidak hanya itu, mereka juga mengasah kreativitas peserta didik dengan mengadakan outing class, belajar sambil berwisata, serta membuat kerajinan. “Tentunya pemutaran film seperti ini sangat berpengaruh langsung bagi anak-anak, mereka bisa tau mana contoh yang baik atau tidak” pungkas Yanti. (ave/ska)