“pembacaan pengantar program kuratorial 4”

 

     Program Kuratorial 4 : Orang Bepergian dilaksanakan di teater Dome UMM Sabtu (7/4), lewat program ini Baruna Ary Putra ingin memnunjukkab kalau bepergian adalah salah satu faktor yang mendorong proses evolusi yang sampai sekarang menunjang perkembangan manusia.

      Film Nanook of the North (1922) karya Robert J. Flaherty Bar memberikan gambaran kepada pria yang kerap dipanggil Baron ini bahwa manusia sebagai mahluk sosial, saling berinteraksi sebagai sebuah kelompok dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menunjang kehidupan dari sebuah instansi yang disebut keluarga.

     Tiap film yang dipillih oleh Baron untuk hadir di sesi Kuratorial ini memiliki tiap – tiap alasannya tersendiri. Di film pertama, Canggung (2012) karya Tunggul Banjarnasari terdapat interaksi antara manusia yang berpindah. “Perpindahan satu kelompok manusia ke tempat yang baru, dengan bentuk budaya yang baru dan bentuk adaptasi yang baru membuat suasana benar – benar canggung di antara kelompok manusia yang menetap dan manusia yang baru berpindah. Itu terekam jelas dan sangat unik, itu memberi sudut pandang baru bahwa inilah manusia yang sesungguhnya” jelas Baron di sesi wawancara. Sedangkan di dalam film Kokoda (2017) karya Imam Yudhanto kita bisa melihat hasil dari evolusi yang terjadi akibat perpindahan satu kelompok dan sampai sekarang masih tetap terjadi proses evolusi di daerah yang mereka tempati melalui adaptasi antar dua kelompok yang walaupun masih sering terjadi konflik kecil tetapi uniknya kedua kelompok tersebut tetaplah hidup berdampingan. Untuk film terakhir berjudul Mars (2017) karya Muhammad Marhawi terdapat dasar keinginan manusia untuk berevolusi yang tergambarkan dari keinginan dan keputusan sang tokoh utama.

     Salah satu film yang diputarkan di program ini yang berjudul Mars mendapatkan respon positif dari salah satu penonton saat adegan tokoh utamanya ingin mengexplore Mars “Dia itu suka sains. Jadi dia tertarik untuk pergi menjelajahi mars dan ingin melihat ada apa aja di sana“ Ujar Tantowi, seorang filmmaker asal Kebumen yang telah menyaksikan program ini. (adt/gan)