“Penyerahan Peghargaan Kepada Jawara MAFI Fest 2018”

 

     Malang Film Festival (MAFI Fest) 2018 akhirnya telah mencapai malam puncaknya. Serangkaian kegiatan MAFI Fest 2018 telah terselenggara selama 4 hari di Teater Dome UMM dari tanggal 4-7 April 2018. Dan pada Sabtu (7/4) Malam Penganugerahan MAFI Fest 2018 berlangsung sangat meriah di helipad UMM, diramaikan dengan orang yang datang baik masyarakat umum maupun para sineas, mereka penasaran akan siapa yang menyandang jawara di tahun ini.

     Malam penganugerahan tahun ini dihadiri oleh Robert selaku perwakilan dari Pusat Pengembangan Perfilman dan Drs. H. Fauzan, M.Pd selaku Rektor UMM, mereka terlihat sangat antusias bertemu para pembuat film yang hadir di Mafi Fest 2018. Sambutan diberikan dengan hangat oleh Direktur Malang Film Festival 2018 (Fikri Hidayat), Perwakilan dari Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI (Robert) dan juga yang terakhir dari Rektor UMM (Drs. H. Fauzan, M.Pd) dilanjutkan laporan program oleh Baruna Ary Putra selaku Programmer Non Kompetisi.

     Rektor UMM pun menyambut positif dan beliau sangat mendukung MAFI Fest untuk terus sukses kedepannya dan bisa menghadirkan karya-karya film anak bangsa dari seluruh Indonesia. “Saya berharap Kine Klub UMM dan MAFI Fest bisa menjadi baik, terus maju dan menjadi generasi yang mampu menciptakan karya-karya besar dari anak-anak bangsa, tidak hanya nasional namun juga internasional” ujar Fauzan di sela-sela sambutannya.

     Tahun ini Mafi Fest 2018 diramaikan total sekitar 1576 peserta dan penonton dari hari pertama 4 April 2018 sampai hari terakhir 7 April 2018. Diikuti kurang lebih 416 karya yang masuk dalam ajang kompetisi MAFI Fest 2018 mulai dari karya pelajar dan mahasiswa baik fiksi maupun dokumenter. Yang paling ditunggu-tinggu dari Malam Penganugerahan MAFI Fest 2018 adalah pengumuman pemenang film-film kompetisi dari setiap kategorinya yang sebelumnya telah dipilih oleh juri melalui proses penjurian.

Berikut adalah pemenang film-film pemenang MAFI Fest 2018 dari keempat kategori yang ada:

  • “Ali” karya Ira Sanjaya, pemenang kategori Dokumenter Pendek Pelajar
  • “Ojek Lusi” karya Winner Wijaya, pemenang kategori Dokumenter Pendek Mahasiswa
  • “Melawan Arus” karya Eka Saputri, pemenang Fiksi Pendek Pelajar
  • “15,7 km” karya Rian Apriansyah, pemenang Fiksi Pendek Mahasiswa

 

     Lulu Ratna salah satu Juri merasa bangga dan mengatakan bahwa pemenang tahun ini adalah film-film yang paling berhasil dalam berbahasa visual untuk menyampaikan pesannya. “Kebetulan saya nonton semua film yang masuk, dan saya senang. Kita itu harus tahu bahwa film itu punya bahasa visual. Para pemenang ini adalah yang paling bisa berbahasa visual. Cukup dengan gesture dan shot yang bergerak mereka mampu menyampaikan pesan. Ke empat film ini adalah yang paling berhasil,” ujar Lulu yang juga merupakan pengamat festival.

     Malam Penganugerahan ditutup dengan diputarnya “Ojek Lusi” karya Winner Wijaya sebagai salah satu pemenang. Tidak hanya itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini MAFI Fest 2018 mengundang salah satu band folk Kota Malang yang sedang naik daun yaitu Wake Up Iris!. Meskipun Malam Penganugerahan sempat diguyur hujan namun para penonton dan orang-orang yang datang tetap antusias untuk melihat penampilan mereka. Hadirnya band ini menutup Malam Penganugerahan MAFI Fest 2018 dengan sangat manis dan syahdu. (gan)