Perempuan di balik Perlawanan adalah tema dari program Kuratorial ke-3 yang disusun oleh Hamzah Ismael. Menurutnya, saat ini kenyataan peran perempuan didalam keluarga masih dianggap menjadi hal yang sepele, padahal perempuan sebagai sosok yang sering digambarkan sebagi dewi – dewi dalam kebudayaan adalah sosok yang membawa kedamaian dan kesuburan.

     Untuk menyampaikan pesannya kepada para penonton, Hamzah memilih 4 film yang semuanya sesuai dengan tema pada program Kuratorialnya pada Jumat (6/4) pukul 16.00 WIB. Film – film yang diputar di program kuratorialnya adalah film Melawan Arus (2018) yang menceritakan semangat seorang istri yang mempertahankan pendiriannya untuk menetap di tanah sengketa walaupun mendapat banyak tekanan, Bunga Harum tak pernah mekar (2017) yang menceritakan seorang perempuan yang membuat suasana terlihat baik-baik walaupun sedang dalam kondisi emosional yang tinggi, Jainab (2017) yang menceritakan seorang ibu yang peduli kepada lingkungannya dan Madewi (2018) yang menceritakan seorang ibu yang berani berkampaye mengajak untuk melawan langsung perusahaan yang mau merebut gunung yang menghidupi desa tempat tinggalnya.

     Pesan yang ingin disampaikan Hamzah lewat film-film ini tersampaikan kepada peserta program kuratorial ini. “Menurut saya filmnya sarat akan pesan. Jadi makna perempuan sangat disampaikan dari film – film ini. Saya paling suka film Madewi terutama ketika adegan saat ibunya mengorbankan nyawa hanya demi gunung yang sudah dianggapnya ibu karena gunung itu menghidupi warga-warga di desanya”. Ujar Wayan salah satu penonton yang berasal dari Pasuruan. (adt/gan)