Tunggul Banjaransari Adalah pengamat Film Dan aktivis film Lulusan Ilmu Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 2012 , Kemudian melanjutkan pendidikan Magister di Program Studi Pengjkajian dan Penciptaan Seni ISI Sururakarta pada tahun 2015.

     Malang Film Festival 2018 kali ini memberikan ruang bagi Tunggul untuk memutarkan film-filmnya agar bisa diapresiasi oleh penonton. Program penayangan khusus ini diadakan oleh panitia dengan tujuan memberikan ruang bagi penonton untuk berdiskusi tentang film-film yang pernah diproduksi Tunggul beberapa tahun belakangan ini. Film yang diputar sebenarnya masih berdekatan dengan kehidupan Tunggul sendiri. Ada 5 Film Fiksi yang diputarkan di Focus On Tunggul Banjarsari ini. Beberapa film ini memiliki cerita dan keunikannya masing-masing.

     Liburan keluarga :Membayangkan pergi jauh tapi belum punya duit bagaimana caranya liburan. Film ini menyimpulkan liburan bukan harus ketempat yang mahal melainkan berkumpul dengan orang terdekat kita . Worked Club : Film ini juga mengajak seorang Asisten Rumah tangga untuk merayakan ketiadaan penguasa rumah untuk menikmati setiap sudut ruang yang lumayan mewah , Film ini sama tidak jelasnya dengan logika yang menghubungkan satu adegan ke adegan lainnya. Seorang Kambing : Cerita fantasi di masa depan dimana air lebih berharga daripada bensin, bahkan uang . Putri Malu Sedang Tidak Santai : Film ini bagian dari program Omnibus bentukan Festival Film Solo 2013, dengan tema besar Omnibus: Putri Malu bekerja sebagai objek yang mempermainkan prinsip hubungan mata dan layar dan berjalan menggunakan unsur keterbalikan fakta dari perangkat-perangkat tersebut. Udhar : Seorang ibu mengalami halusinasi tentang cincinnya yang terlepas dari jari tangannya , kemudian mengitari Ka’aba, Mekkah. Dia menceritakan halusinasinya kepada putranya dan para pendatang misterius yang tidak terlihat tetapi selalu ada di rumahnya.