Malang Film Festival 2018 selalu memiliki program untuk mengapresiasi film-film non kompetisi, salah satunya adalah Program Sesi Ngalam. Tahun ini Sesi Ngalam kembali menghadirkan film-film yang diproduksi oleh sineas-sineas Malang. Sesi Pemutaran Program Sesi Ngalam diadakan pada hari Jum’at (6/4) di Mini Teater Dome UMM.

     Program ini diharapkan mampu menjadi tolak ukur perflman yang ada di Malang Raya. “Dengan adanya program ini cukup baik karena kita bisa mengapresiasi Film Malang melalui festival yang sudah kita adakan karena festivalnya itu ada di Malang jadi kita mengapresiasi film yang ada di malang. Menurutku program ini cukup baik untuk diberlakukan kedepannya di Malang Film Festival,” ujar Hafidz selaku moderator Program Sesi Ngalam.

     Dalam Sesi Ngalam ini diputarkan beberapa film yang pembuatnya asli dari orang Malang. Film-film tersebut diantaranya Seharusnya Bebas (Naufal Kusuma), Ojek Lusi (Winner Wijaya), Manusia Manusia Biasa Dalam Kandang (Bara Badjarad), Sewu (Ahsani Taqwim), Asa Angkasa (Naufaldy Ariq Fauzan), Wiwik Pergi ke Pasar (Riky Nur Wahyudi). Setelah pemutaran selesai dibukalah sesi diskusi dimana para penonton bisa berdikusi langsung mengenai film-film tersebut langsung dengan pembuatnya.

      Film-film yang diputar memiliki keunikan tersendiri dan genrenya pun berbeda, sehingga itu menjadi bumbu tersendiri yang membuat penonton merasa tidak bosan ketika menonton. “Programnya menarik karena menyajikan film-film yang film maker nya dari Malang semua. Saya suka soalnya filmnya beda-beda semua jadi seru dan gak bosan nontonnya,” jelas Winner salah satu penonton dan juga Sutradara dari Ojek Lusi. (gan)