Sekala Niskala (The Seen and Unseen) adalah film karya Kamila Andini yang akhir-akhir ini sedang menjadi topik hangat di kalangan penggiat film. Akan tetapi di kota Malang sendiri belum banyak pemutaran film Sekala Niskala. Karena itu, MAFI Fest 2018 menggelar pemutaran Sekala Niskala sekaligus mengundang langsung Kamila Andini di program Focus On : Kamila Andini yang bertempat di Teater Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (5/4).

     . Film Sekala Niskala sendiri menceritakan tentang kisah Tantri, seorang anak perempuan yang memiiki saudara kembar buncing yang bernama Tantra yang sedang dirawat di rumah sakit. Untuk mengatasi rasa kehilangannya akan kehadiran saudaranya Tantri pun menembus Niskala agar bisa terus berhubungan dengan Tantra. Selain mengangkat ide cerita yang menarik, Sekala Niskala juga didukung oleh aspek Koreografi yang unik serta Sinematografi & Penataan suara yang bisa membuat penonton merasa nyaman untuk terus mengikuti alur cerita Fim ini.

 

“keramaian penonton Sekala Niskala di depan gate”

     Sejak sebelum open gate pada 16.00 WIB, penonton Sekala Niskala sudah memenuhi area gate B Dome UMM. Hujan tidaklah menyurutkan semangat mereka untuk tetap menyaksikan Sekala Niskala. Tercatat Ada 231 penonton yang mengisi Teater Dome UMM untuk menyaksikan pemutaran film ini.

     Suasana pemutaran berlangsung dengan tenang, Para penonton terlihat menikmati sajian Audio Visual yang telah masuk nominasi di berbagai festival internasional dan meraih penghargaan di Jogja – NETPAC Asian Film Festival 2017 , Asia Pasific Screen Awards 2017 & Tokyo FILMeX 2017. Setelah pemutaran selesai para penontan sontak bertepuk tangan mengapresiasi karya produksi Fourcoloursfilms ini.

“sesi QnA Sekala Niskala”

Dengan diiringi tepuk tangan dari penonton Kamila Andini menaiki panggung Teater untuk melanjutkan ke sesi QnA Sekala Niskala. Di sesi ini, Kamila menjawab pertanyaan tentang scene-scene yang kurang dimengerti penonton, alasan kenapa tokoh utamanya perempuan, dan bagaimana proses-proses produksinya. Pada sesi ini Kamila juga menjelaskan tentang proses perekrutan Ni Kadek Thaly Titi Kasih sebagai talent Tantri yang memang benar – benar cocok untuk mengisi perannya. Karena pengadeganan dan ekspresi Tantri tidaklah mudah untuk dilakukan bagi orang biasa karena untuk melakoni peran Tantri ada berbagai tarian dan pendalaman karakter yang jika diperankan oleh Ni Kadek Thaly Titi Kasih benar- benar terlihat natural.

     Sekala Niskala diproduksi selama 6 tahun, Film ini rupanya juga memiliki hambatan yang dialami selama produksi, salah satunya adalah bagaimana produksinya tetap sesuai dengan visi awalnya film. “Yang paling berat adalah bagaimana tetap menjaga visi awal film ini makanya memakan waktu yang lama. Masih harus tetap melakukan back interact kepada visinya lagi, menemukan alasan-alasan kenapa saya harus balik lagi ke situ dan kenapa harus tetap menjaga ide ini memang sesuatu yang butuh waktu.” Ungkap Kamila saat sesi wawancara.

     Kesan holistik dan surealis yang ada di dalam film Sekala Niskala memberikan daya tarik tersendiri bagi film ini. Para penonton bisa menafsirkan suatu adegan dengan pandangannya sendiri. “Keren sih, kalo film ini itu membacanya dari sudut pandang masing-masing, maksudnya kita bisa liat film ini dari sudut pandang berbeda-beda” ujar Sania, salah satu penonton.

     Menanggapi kunjungan pertamanya ke MAFI Fest 2018 Kamila sedikit menyayangkan karena tidak bisa berlama – lama untuk menikmati berbagai keseruan di MAFI Fest 2018. “Ini pertama kalinya saya ke MAFI Fest. Sebenernya sih saya berharap bisa stay lebih lama lagi karena waktu yang saya miliki ini sungguh sebentar banget untuk melihat seluruh keseruan festivalnya ,tapi saya juga sudah denger banyak juga tentang MAFI Fest sebelum-sebelumnya. Saya kagum ngeliat penonton yang dateng, antusias orang-orang ketemu orang-orang dari berbagai daerah untuk datang kesini. Ini bener-bener melting point yang asik banget buat saya,” ungkap Kamila di sesi wawancara. (adt/gan)