Program Ruang Apresiasi : Malang Sinau Dokumenter (Malang Sindok) 2018 kembali hadir di puncak pagelaran MAFI Fest yang ke 14 ini. Pada hari kedua MAFI Fest 2018, film-film yang diproduksi para peserta Malang Sindok tersebut telah di Launching dan dipertemukan kepada penontonnya.

     Film pertama yang diputar yaitu film Jukir, sebuah film pendek dokumenter yang menceritakan tentang kehidupan tukang parkir yang ada di area kota Malang, selanjutnya film Rojo Keling yang mengangkat kehidupan para preman yang telah berbenah diri hingga memiliki usaha sendiri yang lebih baik, dan film terakhir yaitu film Kampung Ekologi merupakan film yang memvisualkan sebuah perubahan pada salah satu kampung di Kota Batu yang mulanya kumuh hingga menjadi kampung ekologi, namun nyatanya saat ini di kampung tersebut perlahan mulai kembali menjadi kampung yang kumuh. Tiga film pendek dokumenter tersebut mengangkat isu yang ada di lingkungan masyarakat kota Malang.

     Para peserta yang telah dibagi menjadi 3 tim yaitu dari SMK 2 Singosari, SMK 3 PGRI dan SMK 3 Batu telah berproses selama 9 hari di Malang Sindok mulai dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pada proses pra mereka telah menggodok matang-matang isu yang mereka ambil pada workshop Malang Sindok dan selanjutnya mereka melakukan produksi di beberapa tempat berbeda sesuai cerita film mereka. Sampai pada akhirnya mereka memasuki proses editing dan setelah itu siap utuk di Launching di MAFI Fest 2018.

     Dalam program ini, MAFI Fest ingin mengapresiasi karya-karya pelajar yang diharapkan dapat menjadi tolak ukur serta mampu meningkatkan potensi pembuatan film dokumenter tingkat pelajar dengan didampingi pembimbing, pemateri maupun penyelenggara acara.”Film dokumenter yang sudah dilauncing merupakan pengorbanan kami. Dan selama sembilan hari kami beproses di Malang Sinau Dokumenter usaha kami tidak sia – sia karena mendapat apresiasi yang baik dari penonton dan penyelenggara festival,” ujar Risky salah satu peserta Malang Sindok 2018. (ain/qys/gan