Hari pertama MAFI Fest 2018 ini terdapat dua sesi Program Kuratorial yang bertemakan Manusia Dalam Ikatan Alam dan Koalisasi Modernisasi Generasi. Pada Program kuratorial 2: Koalisasi Modernisasi Generasi yang dilaksanakan di Theater Dome UMM (4/4) selama dua jam dari pukul 12.00 sampai 14.00, Mafi Fest 2018 menayangkan empat film dari dokumenter pendek mahasiswa dan fiksi pendek mahasiswa. Empat film tersebut antara lain: Pendayung Terakhir (Alibayanudin K), Deru Debu Perempuan Tangguh Gunung Masigit (Yoko Yonanto), Porter (Dedy hadiyatman), Munsyera (Ali Bayanudin K). Film-film tersebut dipilih dan di kurasi oleh Kurator Dokumenter MAFI Fest 2018 Wilhy Bara.

     Semua film-film tersebut dipilih berdasarkan pengalaman dari Wlhy Bara sebagai kurator film pendek di Mafi Fest 2018. “Sebenarnya dasar saya memilih film-film tersebut adalah berangkat dari beberapa film yang saya angkat dulu diawal, kok Film Malang Festival 2018 (Mafi Fest 2018) ini banyak yang berbicara tentang perkembangan dan pembangunan yang ada di Indonesia, tetapi tidak dengan kesadaran sosial, melainkan kesadaran tersebut di bangun secara random. Nah Twist dari film-film ini itu modernisasi adalah perkembangan jaman bukan karna kita tidak siap tetapi kita tidak di persiapkan untuk pembangunan itu.” ujar Wilhy Bara.

     Mengangkat tema Modernisasi sangat dekat dengan pembangunan infrastruktur sarana prasarana dan kestabilan ekonomi, pada program Kuratorial : Koalisi Modernisasi Generasi film yang diputarkan membuat para penonton memiliki pandangan baru mengenai pembangunan di Indonesia. “Keren sih film-filmnya, dengan tema yang diangkat kita jadi mengerti gimana sebenarnya pembangunan itu memang ada, tapi ada ga sih timbal baliknya ke masyarakat ? ” ujar Azmi salah satu penonton. (qyz/gan)