“Ashley Hasz, Pemateri Workshop Sedang Membawakan Materi”

 

Publisitas dan Marketing film adalah tahap yang penting dalam sebuah produksi Film. Karena, pada tahapan ini-lah yang menentukan sejauh apa sebuah film bisa dikenal oleh masyarakat. Tetapi bagi sebagian filmmaker terutama untuk film pendek, marketing Film dan publisis film jarang dilakukan karena selain keterbatasan dana, terkadang juga  para filmmaker tidak mengetahui cara yang tepat untuk mempublish filmnya.

Menanggapi hal tersebut, MAFI Fest 2018 mengadakan program Workshop Film Distribution yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 Februari 2018 di Mini Theater Lab Ilmu Komunikasi UMM dan American Corner perpustakaan UMM Lantai 3. Programmer Non Kompetisi Malang Film Festival (MAFI Fest) 2018 yaitu Sestria mengatakan bahwa tujuan dari Workshop ini adalah untuk memberikan pandangan mengenai strategi marketing film dari sudut pandang profesional dan menjelaskan ke filmmaker, ada banyak cara untuk mendistribusikan, mempublis dan memasarkan film.

Dalam program ini, MAFI Fest 2018 bekerjasama dengan United States Of Surabaya dan Amerika Film Showcase untuk menghadirkan pemateri Ashley Hasz. Beliau merupakan Sr. Director Of  Film and Integrated Marketing For Participant Media. Selama 2 tahun terahir ia berperan dalam kampanye pemasaran untuk Deepwater Horizon and the Oscar- winning Best Picture Spotlight. Selain itu ia juga berperan dalam kampanye politik Obama For Amerika di tahun 2008 dan beberapa film lainnya.

Workshop Film Distribution ini, dihadiri oleh 49 orang yang terdiri dari para filmmaker, komunitas dan mahasiswa yang ada di Malang. Dalam Workshop ini, Ashley menjelaskan bahwa isu yang ada dalam sebuah film sangat mempengaruhi film tersebut kedepannya. “Hal pertama yang harus kamu lihat dalam marketing adalah isu yang dibawa oleh film tersebut baru setelah itu kamu dapat menetukan target kedepannya” jelas Ashley.

Pada hari pertama, Workshop ini memutarkan empat film dengan isu yang berbeda-beda yaitu Film Umbul Gemulo, film dokumenter yang mengangkat isu pencemaran sungai, Film Tilaran (Produksi Bersama ke 14 Kine Klub UMM) yang mengangkat isu tentang pentingnya menjaga warisan para leluhur, Film Anderpati yang mengangkat isu tentang ketakutan anak kecil terhadap gelap dan Film Mokel (Film praktikum konsentrasi Audio Visual Ilmu Komunikasi UMM 2014) yang mengangkat isu tentang godaan saat puasa. Untuk hari kedua, film yang diputar adalah Film Sriracha yang mengangkat isu tentang awal mula saus terbaik di Amerika. Setiap kali satu film selesai diputar, Ashley akan menjelaskan cara pendistribusian film, sesuai dengan isu yang diangkat oleh film tersebut seperti target penonton, screening film dimana sampai ke festival – festival, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Diskusi Film Tilaran dengan Sutradara Tilaran”

Selain menjelaskan cara pendistribusian film, Ashley juga mengapresiasi isu-isu yang diangkat oleh film – film yang diputar.  Diskusi berlangsung dengan sangat seru, para peserta menanyakan berbagai macam hal tentang marketing dan publisitas film kepada Ashley,  baik marketing dan publisitas film tentang film yang diputarkan oleh MAFI Fest 2018 maupun projek film mereka sendiri.

“Foto Bersama antara Pemateri,Peserta dan Penyelenggara Film Marketing and Impact Campaign Workshop”

Dalam kesempatan ini Ashley berpesan kepada para filmmaker diluar sana. “Bekerja keraslah dan ceritakan cerita yang menurutmu paling penting, meskipun mungkin kurang laku di pasaran, tapi sangat penting bagi kita untuk terus melihat cerita yang berbeda-beda setiap saat” ungkap Ashley saat sesi wawancara. (Syf)