Relativitas Pada Karya BW Purbanegara

Baruna Ary Putra

Relativitas, sebuah teori fisika yang menjelaskan bahwa prilaku sebuah objek dalam ruang dan waktu yang menghasilkan sebuah ‘pembacaan’ berbeda tergantung dari sudut mana kita melihatnya.

Mungkin sebagian orang akan merasa aneh dengan satu kalimat pembuka pengantar program kuratorial ini yang menyinggung sebuah teori fisika hasil buah pikiran manusia cerdas, Albert Einstein. Lantas apa hubungan antara teori relativitas dengan film? Film menjadi sebuah bentuk karya visual yang menyampaikan sebuah pesan dalam bentuk ruang realita ilusi di dalam sebuah ‘dunia seluloid’ yang memanipulasi hukum sebab akibat menjadi mutlak ataupun sebaliknya. Secara sadar atau tidak, pada setiap adegan yang di ceritakan dalam sebuah film, akan menghasilkan sebuah struktur cerita yang merefleksikan hukum sebab akibat yang nantinya akan dibaca oleh sudut pandang orang yang menonton secara berbeda.

Pada program kuratorial ini kita mencoba melihat sebuah prilaku objek yang membuat sebuah struktur ruang dan waktu atau kejadian sebab akibat yang di pengaruhi oleh kemauan ataupun interaksi dari objek lain lewat karya dari BW Purbanegara. Lewat karyanya yang berjudul “Digdaya Ing Bebaya”, menceritakan sebuah ruang realita dimana tiga orang nenek yang kembali ke kampung halaman mereka yang luluh lantah tersapu erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Tiga nenek dan warga kampung Glagaharjo menganggap bahwa apa yang terjadi pada mereka adalah sebuah ‘ujian’ dari Tuhan dan mereka telah melewatinya, sedangkan yang menjadi korban tidak. Film ini memberikan sudut pandang yang berbeda antara penonton yang ‘mungkin’ tidak akan mau kembali ke tempat yang telah memberikan sebuah halaman memori yang pahit dalam hidup dengan warga yang tetap kembali ke kampung halamannya yang mereka sebut ‘rumah’. Unik, tak hanya interaksi antara manusia dan manusia yang menghasilkan sebuah struktur sebab akibat, alam pun ambil bagian dalam sebuah pembentukan ruang realita sebab akibat. Wanita yang terjebak dalam putaran sebab akibat dari perbuatannya sendiri dalam “Jerat Samsara” memberikan gambaran jelas tentang sebuah objek yang akan mempengaruhi pola ruang dan waktu dimana objek itu berada. Hal yang menarik adalah adanya teori paradoks yang berhubungan dengan teori relativitas Einstiein yang di padu dengan konsep samsara ada di film ini. Selain itu, interaksi antara dua objek untuk membuat sebuah ruang dan waktu guna mengkontruksi sebuah pertemuan diceritakan dalam karya terbaru BW, “#akuserius”. Sepasang kekasih yang berulang kali merancang ruang ilusi bagaimana pertemuan pertama mereka dengan balutan unsur komedi. Beberapa kali mengalami kejanggalan dalam pertemuan yang mereka rancang, film ini memberikan kita penceritaan yang berbeda dengan memanipulasi ruang dan waktu.

Jadwal Pemutaran:

10.00-11.30 Kamis, 13 April 2017

Digdaya Ing Bebaya / Dokumenetr Pendek / 16.11 / BW Purbanegara / 2014

Jerat Samsara / Fiksi Pendek / 10.27 / BW Purbanegara / 2015

#akuserius / Fiksi Pendek / 22.10 / BW Purbanegara / 2017

0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

Your name
* Email
* Describe your issue
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?