Temu komunitas adalah salah satu program yang ada dalam serangkaian acara MAFI Fest 2017. Program ini dibuat dengan tujuan agar komunitas-komunitas film yang ada di Indonesia dapat menjalin kedekatan dan lebih mengenal satu sama lain. Selain itu, dengan adanya program ini diharapkan juga nantinya komunitas-komunitas film yang hadir tersebut bisa saling sharing terkait kegiatan-kegiatan komunitasnya dan perkembangan komunitasnya dari awal dibentuk hingga sekarang.

Kemarin (Rabu, 14/4) bertempat di Ruang Sidang Student Center Lt. 4, empat komunitas telah terpilih untuk mempresentasikan komunitasnya kepada komunitas-komunitas yang turut hadir meramaikan Malang Film Festival 2017. Komunitas yang terpilih tersebut ialah Sindicate Pictures, Studio Hitam Putih, KOMA Amikom, dan Ruang Film Bandung yang memiliki latar belakang dan asal yang berbeda-beda. Sindicate Pictures adalah komunitas yang berasal dari Kota Madura, yang baru terbentuk dan disahkan pada tahun 2013. Awalnya, para anggota Sindicate Pictures lebih banyak berasal dari Jurusan Ilmu Komunikasi, namun sekarang anggotannya lebih general. Berfokus pada issue-issue lokal dan lebih menikmati proses produksi, kini Sindicate Pictures telah berhasil memproduksi banyak film seperti Di Balik Frekuensi, GPS (Galeri Pulau Sumenep), Nostalgia SMS, dan beberapa film-film produksi lainnya. Bahkan, Sindicate Pictures dapat memproduksi film dalam dua bulan sekali. Prestasi yang didapat pun tidak tanggung-tanggung karna Sindicate Pictures pernah menjadi juara dua kompetisi film di Malaysia.

Selain Sindicate Pictures, hadir juga komunitas KOMA Amikom, Studio Hitam Putih,dan Ruang Film Bandung yang memiliki ciri khas dibanding komunitas lainnya. KOMA Amikom dengan event terbesarnya bernama TEBAS (The Best Annual Multimedia Show), Studio Hitam Putih yang menjadi juara 1 festival film pendek terbaik EPSILON UGM 2017 dengan jumlah crew yang cuma 10 orang saja serta Ruang Film Bandung dengan program kerjanya klinik film yang kegiatannya ialah mengundang analisis dan pemerintah untuk mengkritisi film-film setiap satu bulan sekali. Perbedaan-perbedan yang ada tersebut juga diharap MAFI Fest 2017 dapat mengisi ruang-ruang kosong dalam pergerakan menuju perfilman Indonesia yang jauh lebih baik.

Di hari kedua Temu Komunitas (Kamis, 15/4) beberapa film karya komunitas yang terpilih juga diputarkan dan diskusikan bersama. Film-Film yang diputarkan tersebut terdiri dari tiga yaitu Siluman Cow karya Muhammad Reza, Anderpati karya Giri Meriza, dan Tunalogi karya Muhammad Ifdal. Film Siluman Cow yang menceritakan tentang refleksi kehidupan seseorang dalam bentuk siluman sapi bertujuan memberikan tampilan yang berbeda dari kebanyakan film-film yang ada. Sementara film Anderpati bercerita tentang kehidupan seorang anak kecil yang memiliki ketakutan terhadap kegelapan dan film Tunalogi tentang keterbatasan seorang wanita dan pria yang menyandang tunanetra dan tunawicara, ditampilkan menjadi sesuatu kekuatan dalam bentuk lain. Sutradara Tunalogi, Muhammad Ifdal mengaku, ia mengusung tema tersebut karena ingin memberikan gambaran bahwa sebenarnya keterbatasan bukanlah hal yang menghambat seseorang untuk menjalani kehidupannya secara normal dan sebenernya cerita yang sederhana itu jika dikonsepkan secara matang maka ceritanya tidak akan menjadi sederhana lagi. Hal ini terbukti dari berhasilnya film Tunalogi menjadi salah satu juara di ajang festival film pendek terbaik EPSILON UGM 2017 . (ros)

0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

Your name
* Email
* Describe your issue
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?