Taking too long? Close loading screen.

Jumat, 14 April 2017 merupakan hari terakhir penyelenggaraan Malang Film Festival 2017. Pagelaran festival yang diselenggarakan oleh UKM Kine Klub UMM ini telah berlangsung selama empat hari, terhitung sejak tanggal 11 April 2017. Tiga hari penyelenggaraan MAFI FEST kemarin berlangsung di Theater Dome Universitas Muhammadiyah Malang dengan berbagai Program Kompetisi dan Program Non Kompetisi yang disuguhkan. Dihari terakhirnya ini MAFI FEST akan mengumumkan siapa saja yang akan menjadi jawara dan maha jawara dalam “Malam Penganugerahan” yang dilaksanakan malam hari pukul 19:00 WIB di Hellypad UMM.

Malam Penganugerahan tersebut diawali dengan sambutan oleh Bapak Azhar Muttaqin selaku Pembina Kine Klub UMM dan Bapak Dr. Maman Wijaya selaku Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI. Usai sambutan dan laporan mengenai penyelenggaraan Malang Film Festival 2017 oleh Lukman Hakim selaku Programmer Kompetisi, tibalah waktunya untuk pengumuman jawara dan maha jawara MAFI FEST 2017. Berikut adalah jawara dan maha jawara MAFI FEST 2017:

  • Kategori Fiksi Pendek Mahasiswa, dengan judul “Sedeng Sang”

(Mohammad Reza Fahriansyah)

  • Kategori Fiksi Pendek Pelajar, dengan judul “Uncle S”

(Panca Rafel & Bayu Prabowo)

  • Kategori Dokumenter Pendek Mahasiswa, dengan judul “Immadudin”

(Amanda Paramitha)

  • Kategori Dokumenter Pendek Pelajar, dengan judul “Urut Sewu Bercerita”

(Dewi Nur Aeni)

Film-film yang menjadi jawara dan maha jawara dipilih oleh juri MAFI FEST 2017 usai menjalani proses penjurian pada Rabu, 12 April 2017. Juri kategori film fiksi yakni BW. Purba Negara, Novi Hanabi, dan Panji Wibowo. Juri kategori film dokumenter yakni Akbar Yumni, Caroline Monteiro, dan Nashiru Setiawan. Caroline selaku salah satu juri kategori film dokumenter mengaku bahwa setiap juri mempunyai penilaian masing-masing dalam memilih film mana yang akan menjadi pemenang. Baginya isu menjadi hal utama yang patut dipertimbangkan dalam memilih jawara dan maha jawara di MAFI FEST. “Film itu bagaimana kita dapat membahasakan cerita dalam gambar, sejauh ini masih banyak film yang melakukan pendekatan jurnalistik dan itu kurang tepat,” ujar aktivis wanita ini.

Reza Fahriansyah merupakan sutradara film “Sedeng Sang” yang menjadi maha jawara kategori film fiksi pendek mahasiswa. Film yang menjadi pemenang tersebut bercerita mengenai sebuah ironi dalam keluarga. Ia yang juga merupakan pengunjung setia MAFI FEST, mengaku bahwa festival merupakan tujuan yang paling banyak dituju oleh pembuat film pendek. “Ada komunitas yang mau muter film saya saja itu sudah bagus dan seneng banget. Hadiah atau menang itu hanya bonus, malah akan menjadi beban,” ungkap lelaki yang lebih akrab disapa Ejak itu.

Meski hujan sempat mengguyur Hellypad UMM, tetapi hal tersebut tidak mengurangi semangat penonton untuk menikmati rangkaian kegiatan Malam Penganugerahan Malang Film Festival 2017. Penampilan dari Sanggar Blitz menambah kemeriahan pada malam itu. Film “Memoria” karya Kamila Andini menjadi film penutup MAFI FEST 2017, bercerita mengenai seorang ibu yang mencoba melupakan memori tentang ketika ia menjadi korban perang di Timor Leste. (wdy)

0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

Your name
* Email
* Describe your issue
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?