Suasana diskusi bersama Panji Wibowo dan Akbar Yumni

Sebelum mengakhiri rangkaian acara dan malam awarding nanti malam (14/4). Hari ini, Malang Film Festival 2017 kembali menggelar sesi diskusi yang bertemakan “Digital Platform dan Film Masa Kini”. Diskusi yang digelar di Ruang Sidang Student Center Lt. 4 kali ini dipimpin oleh dua juri Malang Film Festival, yakni Panji Wibowo dan Akbar Yumni.
Jalannya diskusi dibuka oleh Lukman Hakim selaku programmer kompetisi Malang Film Festival 2017 dan dilanjutkan dengan sesi pemutaran film-film yang dibawa oleh Akbar Yumni. Beberapa film yang diputarkan kali ini memiliki sisi keunikan dan perbedaan dengan film-film yang biasa kita tonton. Salah satunya, pemutaran film yang dihasilkan dari teknik montase dimana gambar-gambar yang didapat berasal dari google dan google maps. Menurut, Akbar Yumni, teknik yang demikian dapat menciptakan realitas baru. Selain itu, beliau juga mengaku bahwa sebenarnya dalam sinema montase satu gambar akan memiliki makna dan keterkaitan dengan simbol-simbol yang lain. Terlebih yang membedakan media digital dengan film masa kini ialah ia dapat diproduksi tanpa menggunakan kamera. Perbedaan ini hadir karena sebenarnya hal yang paling penting dalam proses ini ialah pembangunan gerak realisme yang lebih membutuhkan keterampilan.
Panji Wibowo, yang turut hadir menjadi pemateri dalam diskusi siang ini juga mengatakan bahwa di era seperti sekarang ini masyarakat sudah masuk kedalam transformasi layar, dimana masyarakat sekarang lebih mudah untuk mengakses film-film lewat layar seperti yang setiap hari kita bawa di saku yaitu, handphone. Dengan adanya transisi layar inilah akhirnya kebiasan orang dalam menonton menjadi lebih bebas dan bioskop bukan lagi menjadi satu-satunya media atau layar untuk menonton film. Perubahan paradigma serta kebebasan yang ada tersebut membuat anak-anak muda di Indonesia sedikit banyak kehilangan konsep dari ide cerita yang mereka tulis saat membuat film.
Beberapa peserta yang hadir dalam jalannya diskusi juga sedikit banyak memberikan tanggapan terkait tema yang dibawakan pada hari ini. Salah satu peserta bertanya dan mengaku bahwa sebenarnya ia tidak terlalu paham dan mengerti akan pesan yang disampaikan dalam film-film yang diputarkan. Hal ini ditanggapi oleh kedua pemateri bahwa sejatinya sinema tidak hanya sekedar medium untuk menyampaikan pesan tetapi hal yang paling penting ialah kesan (impression). Panji Wibowo, mengatakan dengan jelas bahwa jika hanya ingin menyampaikan pesan ya pakai saja pamflet. Tetapi, faktanya film itu jauh lebih berbahaya dibandingkan sekedar pamflet. Hal ini dikarenakan film dibuat agar bisa memberikan pengaruh terhadap para penonton-penontonnya. (Ros)