Taking too long? Close loading screen.

Malang Film Festival di tahun ke-13 ini menghadirkan program baru yang diperuntukkan bagi para penggiat festival dan seluruh komunitas film Indonesia. Pada Hari Kamis (13/4) bertempat di Ruang Sidang SC  Program yang berjudul Forum Festival di selenggarakan. Diadakannya program tersebut diharapakan agar para peserta yang hadir mendapat gambaran dan mengenal lebih dekat mengenai perkembangan festival film yang ada di Indonesia, mengingat semakin banyaknya festival-festival film yang bermunculan di Indonesia dengan karakter yang berbeda dari tiap-tiap festival maupun ajang kompetisi maka melalui program Forum Festival seluruh peserta yang hadir mengenal lebih dekat tentang manajemen sebuah festival film, maupun kendala apa saja yang dihadapi ketika mengadakan sebuah festival film. Ditahun pertamanya program Forum Festival diselenggarakan Denpasar Film Festival (DFF), Pesta Film Solo (PFS) dan Festival Kecil (FestCil) berkesempatan untuk mempresentasikan dan sedikit bercerita mengenai Festival yang mereka selenggarakan.

Denpasar Film Festival sendiri berdiri sejak tahun 2010 yang awalnya berfokus pada ajang kompetisi Dokumenter dengan nama Festival Dokumenter Bali (FDB) yang notabene di Bali sendiri sangat jarang film fiksi yang diproduksi. Namun menurut Pak Agung selaku Founder dari Denpasar Film Festival mengatakan bahwa sejak tahun 2011 DFF mulai merambah keajang kompetisi selain dokumenter. Menurut beliau inti dari penyelenggaran sebuah festival itu ada empat, pertam Edukasi,Apresiasi,Kompetisi dan Eksebisi.  3 tahun terakhir DFF menyelanggarakan festivalnya mengangkat isu Air namun hal itu bukan menjadi prasyarat dari film yang dikompetisikan.  Menurut Bu Eka selaku founder DFF juga mengatakan bahwa DFF sendiri berusaha membentuk jaringan festival dengan yang lain, dan juga pada dasarnya festival satu dengan yang lainnya bukan seharusnya saling menjatuhkan namun saling membangun dan membantu festival-festival lain. Untuk saat ini festival partner dari DFF ada Solo Documentary, Malang Film Festival dan Festival Film Surabaya.

Selanjutnya, ada Pesta Film Solo yang merupakan festival yang diselenggarakan oleh mahasiswa dari UKM Kine Klub FISIP UNS. Pesta Film Solo mulai diadakan pada tahun 1990, di tahun ke-27 Pesta Film Solo mengangkat tema Ruang Refleksi “ Refleksi akan Presepsi” dengan 4 program diantaranya Roadshow, Pemutaran Film Komunitas, Pemutaran Film Utama, dan Malam Komunitas. Menurut Dhea selaku perwakilan dari Pesta Film Solo bahwasannya Malam Komunitas juga menjadi salah satu fokus di PFF karena mengingat bahwa PFF merupakan festival yang diadakan secara regenerasi dimana relasi antar komunitas sangat dibutuhkan. Dan menurut Dhea regenerasi juga menjadi salah satu kendala dari sebuah festival film yang di giat oleh mahasiswa.

Presentasi dari Festival Kecil (FestCil) oleh Andi Purba menjadi penutup di program Forum Festival kali ini. FestCil merupakan festival yang digiat oleh komunitas film surabaya, yang berbeda dari festival film lainnya adalah FestCil memilliki skala yang lebih kecil dari festival film biasanya. Andi mengungkapkan FestCil sengaja difokuskan pada skala yang kecil demi mambangun keintiman selama program berlangsung. FesCil sendiri hanya memfokuskan pada Eksebisi Film Indonesia dan di tahun keduanya FestCil mengangkat tema Halaman Belakang. FestCil diadakan sebagai ruang temu ide serta wacanaperihal  sinema serta sebagai tempat bertemunya parapenggiat film khususnya  surabaya dan Jawa Timur. (ayn)

0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

Your name
* Email
* Describe your issue
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?