Membahas catatan dibalik film Tilaran bersama Produser dan Penulis naskah film tilaran.Dokumentasi oleh MAFI FEST

Produksi bersama merupakan salah sau program kerja dari divisi Produksi, dimana dalam kegiatan Produksi Bersama ini melibatkan beberapa angkatan dari anggota KineKlub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kine Klub UMM di tahun ini kembali membuat karya film pendek untuk ke empat belas kalinya. Hari ini (13/4) bertempat di theatre DOME UMM, karya film berjudul “Tilaran” ditayangkan untuk pertama kalinya dalam program Ruang Apresiasi Malang Film Festival 2017.

Produksi Bersama yang ke-14 kali ini sukses digarap di bawah arahan Ferry Suprianto selaku sutradara. Film ini bercerita tentang seorang anak yang menjual tanah warisan mendiang kedua orang tua nya, dan kemudian ia mendapat banyak gangguan terkait dengan ha-hal “gaib”. Berawal dari kegelisahan tentang mulai hilangnya sifat “amanah” pada diri manusia saat ini, maka terpilihlah ide cerita ini. Tak lupa, dalam film ini teman-teman Kine Klub UMM mencoba untuk memperkuat budaya dengan dialog keseluruhan dalam film menggunakan bahasa Jawa.

“Saya sangat apreciate dengan teman-teman yang membuat karya dengan unsur budaya, karna saat ini masih banyak anak muda yang bahkan tidak mengerti dengan bahasa daerah nya” ungkap bu Eka salah satu tamu dari Denpasar Film Festival.

Film “Tilaran” sukses menyerap banyak penonton baik dari warga kampus UMM, dan juga para komunitas luar Malang yang datang ke Malang Film Festival 2017. Proses pra poduksi ini menghabiskan waktu selama 2 bulan,dan melibakan 53 crew.

Setelah ditayangkan dalam Program Ruang Apresiasi, film “Tilaran” rencana nya akan di putarkan di desa Sumber Pucung, Kepanjen, Kabupaten.Malang, di mana lokasi tersebut merupakan lokasi berlangsungnya shooting film “Tilaran”.

“Kita juga akan mencoba mendisribusikan film Tilaran ke berbagai festival film yang ada di Indonesia” jelas Distya Putri Handayani selaku Produserfilm”Tilaran”.

Film “Tilaran” sukses menyerap banyak penonton baik dari warga kampus UMM, dan juga para komunias luar Malang yang datang ke Malang Film Festival 2017. Proses pra poduksi ini menghabiskan waktu selama 2 bulan,dan melibakan 53 crew. (ulv)