Diskusi Umum bersama Damar Ardi selaku Co-Produser Film Nokas .Dokumentasi oleh MAFI FEST

Setelah beberapa rangkaian acara yang telah dilalui pada hari ini (Rabu, 12/4). Malang Film Festival 2017, menutup acara hari kedua dengan melakukan pemutaran film berjudul “Nokas”. Film yang disutradarai oleh Manuel Alberto Maia ini adalah satu-satunya film yang masuk dalam program penayangan khusus. Bercerita tentang mahar yang berada di kawasan NTT dengan segala keunikan dan etnosentrisme yang dimilikinya membuat Nokas, seorang pemuda yang hanya bekerja sebagai seorang petani di Pulau Semau, harus mencari uang untuk biaya pernikahannya bersama gadis bernama Ci.

Kegigihan Nokas, dalam menjunjung adat yang berasal dari daerah asal kelahirannya inilah yang akhirnya membuat ia rela kesana-kemari demi mencari bantuan materil ke saudara-saudaranya. Adat ini biasa dikenal dengan sebutan “Belis”, yang biasanya diberikan kepada pihak lelaki sebagai biaya uang penghargaan terhadap orang tua calon mempelai perempuan. Belis sendiri tidak memiliki ketentuan jumlah yang pasti, tetapi tradisi ini seringkali cukup memberatkan bagi sebagian para pemuda NTT yang rata-rata bekerja sebagai seorang petani dan peternak. Terlebih, akhir-akhir ini Belis, seolah menjadi sebuah keharusan yang wajib untuk dipatuhi. Dalam tradisi Belis ini juga terdapat serangkaian acara pernikahan yang terdiri dari malam adat, pemberkatan, antar jemput mempelai laki-laki, dan acara resepsi yang cukup menghabiskan banyak biaya.

Film Nokas sendiri sudah seringkali diputar di berbagai wilayah Indonesia. Awalnya, Abe sapaan sutradara film ini hanya berkeinginan untuk memutarkan film Nokas di seluruh Indonesia tanpa adanya keinginan untuk diikutkan festival. Abe, juga sempat memiliki ketakutan apakah filmnya dapat diterima atau tidak oleh publik. Damar Ardi, selaku Co-Produser menyatakan bahwa kehadiran film ini terutama dihati para orang Timur sangat membekas karena memiliki sisi pendekatan yang dekat sekali dengan realitas kehidupan masyarakat sana. Pernah ditonton oleh sejumlah 700 pengunjung, film Nokas berhasil menembus Eurasia Internasional Film Fesival 2016 di Kazakhstan dan sempat diputar di Negara Singapura.(Ros)