Diskusi dengan sutradara film Ruwina .dalam program Kuratorial 2 .Dokumentasi oleh MAFI FEST

Program Kuratorial merupakan salah satu program yang dihadirkan Malang Film Festival di hari kedua ini, Rabu 12 April 2017. Setelah pagi tadi Program Kuratorial pertama bertemakan tentang “Aspirasi Lingkungan Lewat Sinema”. Program Kuratorial kedua di sore hari ini bertemakan tentang “Manusia dalam Sebuah Seluloid”. Program Kuratorial kali ini mencoba merangkum film-film pendek yang membahas mengenai hubungan manusia dengan beberapa aspek sosial yang ada di sekitarnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat terlepas satu sama lainnya.

Film yang diputarkan pada sesi ini keseluruhannya merupakan film fiksi pendek. Film pertama berjudul “Ruwina” karya teman-teman Gresik Movie, disutradarai oleh Ayuning Tyas M. R. Film tersebut bercerita tentang dua remaja yang sedang dimabuk cinta, menggambarkan bahagaimana aktifitas pacaran dua remaja SMA. Film kedua berjudul “Wasuh” disutradarai oleh Aisyah Amirah bercerita tentang realita hidup bertetangga dimana isu yang diangkat mengenai air bersih yang ada di sekitar lingkungannya. Dan film terakhir yang diputarkan di sesi ini adalah film “Heaven of Children” yang disutradarai oleh Amir Mosoud Soheili bercerita tentang kedua anak kecil yang menonton film tetapi tidak sampai akhir film selesai, sehingga kakak-beradik tersebut mengakhiri film yang mereka tonton dengan cara mereka sendiri.  Film “Ruwina” dan film “Heaven of Children” merupakan film yang masuk dalam Malang Film Festival 2017.

Sama seperti pemutaran-pemutaran sebelumnya, dimana usai pemutaran akan berlangsung sesi diskusi dengan filmmaker. Filmmaker yang hadir dalam diskusi sore itu hanya Tyas, selaku sutradara dari film “Ruwina”. Dalam diskusi tersebut, Tyas mengaku bahwa film “Ruwina” terinspirasi dari keresahan orang-orang di sekitarnya mengenai gaya berpacaran saat ini. Dimana dalam film “Ruwina” menggambarkan mengenai gaya berpacaran remaja jaman dahulu. Tyas juga menambahkan bahwa film ini cocok bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan masa mudanya. (wdy)